MODUL AJAR / RPP
KURIKULUM MERDEKA
PENDEKATAN DEEP LEARNING
SMK MUHAMMADIYAH 5
KARANGGEDE
BAGIAN 1: INFORMASI
UMUM
1. Identitas Modul
|
Komponen |
Deskripsi |
|
Penyusun |
Heri Purwanto |
|
Institusi |
SMK Muhammadiyah 5 Karanggede |
|
Tahun Ajaran |
2026/2027 — Semester Ganjil |
|
Jenjang |
SMK/MAK |
|
Kelas |
11 |
|
Fase |
Fase E-F |
|
Mata Pelajaran |
MAPEL PILIHAN |
|
Topik/Materi Utama |
Tipografi & Layout — Anatomi huruf,
klasifikasi font, hierarki visual, grid system, komposisi halaman |
|
Alokasi Waktu |
3 x 45 menit (3 JP) |
2. Kompetensi Awal
Peserta didik diharapkan telah memiliki pengetahuan dan keterampilan
prasyarat berikut:
·
Mampu mengoperasikan komputer/laptop pada
tingkat dasar (menyalakan, membuka aplikasi).
·
Memahami konsep dasar desain grafis (pengertian
desain, elemen visual dasar).
·
Pernah menggunakan aplikasi pengolah kata atau
desain sederhana (misal: Microsoft Word, Canva, atau CorelDRAW tingkat dasar).
·
Mampu membedakan bentuk visual dasar (lingkaran,
persegi, segitiga) dan pengaruhnya terhadap kesan visual.
3. Dimensi Profil
Lulusan (Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025)
Berdasarkan Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025 tentang Standar Profil
Lulusan, pembelajaran ini mengintegrasikan 3 dimensi berikut:
|
Dimensi |
Implementasi dalam Pembelajaran |
|
Kreativitas |
Peserta didik merancang dan mengembangkan
solusi desain tipografi dan layout yang orisinal untuk media cetak,
menghasilkan produk yang estetis dan fungsional sesuai konteks industri
kreatif. |
|
Penalaran Kritis |
Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi
efektivitas hierarki visual, pemilihan font, serta komposisi layout pada
berbagai contoh media cetak, kemudian memberikan justifikasi desain secara
logis. |
|
Kolaborasi |
Peserta didik bekerja dalam tim untuk
membagi tugas perancangan layout, saling memberikan masukan konstruktif, dan
menyelesaikan proyek desain bersama dengan menerapkan prinsip keselamatan
kerja (ergonomi penggunaan komputer). |
Catatan: Istilah Profil Pelajar Pancasila
telah digantikan dengan Profil Lulusan sesuai regulasi
terbaru. Integrasi dengan dunia kerja ditekankan melalui simulasi proses
produksi desain di percetakan/industri kreatif serta penerapan ergonomi dan
keselamatan kerja.
4. Sarana dan
Prasarana
|
Jenis |
Spesifikasi / Daftar |
|
Alat |
Komputer/laptop (minimal 1 unit per 2
siswa), proyektor/LCD, papan tulis/spidol, koneksi internet |
|
Bahan |
Kertas HVS A4 (untuk sketsa manual),
pensil, penggaris, spidol warna, contoh majalah/koran/brosur cetak |
|
Media |
Slide presentasi (Canva/PowerPoint), video
tutorial tipografi (YouTube), aplikasi desain (Canva, CorelDRAW, atau Adobe Illustrator
— sesuai ketersediaan) |
|
Sumber Belajar |
Buku teks desain grafis, modul digital,
artikel daring tentang tipografi, platform desain online |
5. Target Peserta
Didik
·
Karakteristik: Peserta didik
kelas 11 SMK dengan rentang usia 16-17 tahun, memiliki minat beragam terhadap
seni visual dan teknologi, serta tingkat pemahaman teknologi yang bervariasi.
·
Kebutuhan Diferensiasi:
o
Diferensiasi Konten:
Menyediakan materi dalam berbagai format (video, infografis, teks) untuk
mengakomodasi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik.
o
Diferensiasi Proses: Memberikan
opsi tingkat kesulitan tugas (dasar, menengah, mahir) dan pendampingan
individual/kelompok kecil bagi yang membutuhkan.
o
Diferensiasi Produk:
Mengizinkan peserta didik memilih bentuk proyek akhir (poster, brosur,
infografis digital) sesuai minat dan kemampuan teknis.
BAGIAN 2: KOMPONEN
INTI
6. Capaian
Pembelajaran (CP)
Berdasarkan Keputusan Kepala BSKAP Nomor 020/H/KR/2026
tentang Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka (CP terbaru 2026), Capaian
Pembelajaran untuk mata pelajaran ini pada Fase E-F adalah:
Pada akhir fase E-F, peserta didik mampu menguasai teknik tipografi
dan tata letak (layout) untuk media cetak, meliputi pemahaman anatomi huruf,
klasifikasi font, penerapan hierarki visual, penggunaan grid system, serta
komposisi halaman yang efektif dan estetis sesuai dengan kaidah desain grafis
profesional dan prinsip keselamatan kerja.
7. Tujuan
Pembelajaran (TP)
Rumusan Tujuan Pembelajaran menggunakan format ABCD
(Audience, Behavior, Condition, Degree):
|
No |
Tujuan Pembelajaran (TP) |
|
TP 1 |
Setelah mengamati contoh tipografi dan
berdiskusi kelompok, peserta didik mampu mengidentifikasi
minimal 5 bagian anatomi huruf (ascender, descender, stem, bowl, counter)
pada 3 jenis font berbeda dengan ketepatan 90%. |
|
TP 2 |
Melalui eksplorasi mandiri dan simulasi
desain, peserta didik mampu mengklasifikasikan minimal 4
jenis font (Serif, Sans Serif, Script, Display) beserta karakteristik dan
fungsinya dalam konteks desain media cetak secara tepat dan logis. |
|
TP 3 |
Dengan menggunakan aplikasi desain grafis,
peserta didik mampu merancang sebuah layout halaman
brosur/poster yang menerapkan prinsip hierarki visual, grid system, dan
komposisi halaman yang harmonis dengan kriteria estetika dan
fungsional yang baik (dinilai menggunakan rubrik). |
8. Alur Tujuan
Pembelajaran (ATP)
|
Tahap |
Kegiatan |
TP Terkait |
|
Pengenalan Konsep |
Mengenal anatomi huruf dan klasifikasi font
melalui observasi dan diskusi |
TP 1 |
|
Eksplorasi & Analisis |
Menganalisis contoh layout cetak untuk mengidentifikasi
hierarki visual, grid, dan komposisi |
TP 2 |
|
Penerapan & Kreasi |
Merancang layout media cetak
(brosur/poster) menggunakan aplikasi desain dengan prinsip tipografi dan
layout yang benar |
TP 3 |
|
Refleksi & Presentasi |
Menyajikan hasil karya, memberikan umpan
balik, dan merefleksikan proses desain |
TP 1, TP 2, TP 3 |
9. Pemahaman
Bermakna
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta didik dapat memahami bahwa:
·
Tipografi bukan sekadar memilih
huruf yang indah, melainkan alat komunikasi visual yang kuat untuk menyampaikan
pesan, membangun suasana, dan memandu pembaca.
·
Layout yang baik adalah hasil
dari perencanaan sistematis menggunakan grid dan hierarki visual, bukan sekadar
penempatan elemen secara acak.
·
Kemampuan merancang tipografi dan layout adalah kompetensi
inti di dunia industri kreatif (percetakan, periklanan, publikasi)
yang membuka peluang karir profesional.
10. Pertanyaan
Pemantik
1.
Mengapa sebuah poster atau brosur yang
menggunakan banyak jenis huruf justru terlihat tidak profesional dan sulit
dibaca? Bagaimana seharusnya pemilihan font yang tepat?
2.
Pernahkah kamu melihat tata letak majalah atau
koran yang rapi dan mudah diikuti? Menurutmu, apa "rahasia" di balik
kerapian dan keteraturan halaman tersebut?
3.
Jika kamu diminta membuat pamflet untuk acara
pensi sekolah, bagaimana cara kamu memastikan informasi utama (nama acara,
tanggal, tempat) langsung terlihat dan menarik perhatian?
BAGIAN 3: KEGIATAN
PEMBELAJARAN
11. Pendahuluan
(±15% = 20 menit)
|
Tahap |
Aktivitas Guru |
Aktivitas Peserta Didik |
Waktu |
|
Salam, Doa, Presensi |
Membuka pelajaran dengan salam, menunjuk
ketua kelas memimpin doa, melakukan presensi |
Menjawab salam, berdoa, merespon presensi |
3 menit |
|
Apersepsi |
Menunjukkan contoh desain poster yang buruk
(font campur aduk, layout semrawut) dan poster yang baik. Bertanya: "Apa
perbedaan utama dari kedua poster ini? Mana yang lebih mudah dibaca dan
mengapa?" |
Mengamati contoh, merespon pertanyaan
dengan pendapat awal |
7 menit |
|
Motivasi |
Menjelaskan bahwa tipografi dan layout
adalah "nyawa" dari desain cetak — profesi desainer grafis, layout
artist, dan production artist sangat membutuhkan penguasaan ini. Menyebutkan
peluang kerja di percetakan, penerbitan, dan biro iklan. |
Mendengarkan, mencatat poin penting |
5 menit |
|
Penyampaian Tujuan |
Menyampaikan Tujuan Pembelajaran (TP 1, TP
2, TP 3) dan gambaran proyek akhir (merancang brosur/poster) |
Mencatat tujuan, mengajukan pertanyaan
klarifikasi |
5 menit |
12. Kegiatan Inti
(±70% = 95 menit) — Sintaks Project Based Learning (PjBL)
|
Fase PjBL |
Aktivitas Guru |
Aktivitas Peserta Didik |
Waktu |
|
1. Penentuan Pertanyaan Mendasar |
Memantik dengan pertanyaan: "Bagaimana
cara merancang brosur promosi yang efektif untuk acara sekolah menggunakan
prinsip tipografi dan layout yang profesional?" Menjelaskan proyek:
membuat layout brosur/poster A4. |
Mendengarkan, mencatat, mengajukan
pertanyaan tentang proyek |
10 menit |
|
2. Mendesain Perencanaan Proyek |
Membagi peserta didik ke dalam kelompok (3-4
orang). Membimbing setiap kelompok menentukan tema proyek (misal: promosi
bazar sekolah, acara pentas seni, kampanye literasi). Menyediakan panduan
langkah kerja dan timeline. |
Berdiskusi dalam kelompok, menentukan tema,
membagi tugas (konseptor, desainer, editor), menyusun rencana kerja |
15 menit |
|
3. Menyusun Jadwal |
Membantu kelompok membuat jadwal kegiatan:
riset (15 menit), sketsa manual (20 menit), desain digital (30 menit),
finalisasi & presentasi (20 menit). |
Membuat jadwal kerja kelompok, mencatat deadline
setiap tahap |
5 menit |
|
4. Memonitor Keaktifan &
Perkembangan Proyek |
Tahap 1: Eksplorasi Konsep (TP 1
& TP 2) — Menjelaskan
materi anatomi huruf dan klasifikasi font menggunakan slide dan contoh nyata.
Memfasilitasi diskusi kelompok untuk mengidentifikasi anatomi dan
mengklasifikasikan font pada contoh yang diberikan. Strategi
Diferensiasi: Memberikan lembar kerja berbeda tingkat kesulitan
(identifikasi dasar vs analisis fungsi). |
Mengamati penjelasan, berdiskusi kelompok,
mengisi lembar kerja identifikasi anatomi dan klasifikasi font. Menggunakan
aplikasi desain untuk mengeksplorasi berbagai jenis font. |
25 menit |
|
Tahap 2: Penerapan Layout (TP 3) — Menjelaskan hierarki visual, grid system, dan
komposisi halaman dengan contoh konkret. Membimbing kelompok membuat sketsa
layout manual di kertas, menerapkan grid 2-3 kolom. Strategi
Diferensiasi: Menyediakan template grid siap pakai bagi yang
kesulitan menggambar manual. |
Membuat sketsa layout manual di kertas,
menentukan hierarki visual (judul, subjudul, body text, gambar), menerapkan
grid. Berkonsultasi dengan guru. |
20 menit |
|
|
Tahap 3: Produksi Digital — Membimbing peserta didik mewujudkan sketsa ke
dalam aplikasi desain (Canva/CorelDRAW). Memastikan pemilihan font sesuai
klasifikasi, penerapan grid, dan hierarki visual. |
Mendesain layout brosur/poster di aplikasi
desain berdasarkan sketsa. Memilih font, mengatur ukuran, warna, dan spasi.
Menyusun elemen visual sesuai grid. |
20 menit |
|
|
5. Menguji Hasil |
Memfasilitasi setiap kelompok untuk
mempresentasikan hasil desainnya di depan kelas. Memberikan umpan balik
formatif dan mengajak kelompok lain memberikan masukan konstruktif. |
Mempresentasikan hasil desain, menjelaskan
alasan pemilihan font, grid, dan hierarki visual. Memberikan dan menerima
umpan balik. |
10 menit |
|
6. Evaluasi Pengalaman |
Membimbing refleksi kelompok: "Apa
tantangan terbesar dalam merancang layout? Bagaimana cara kalian
mengatasinya? Apa yang akan kalian tingkatkan?" |
Berdiskusi dalam kelompok, menuliskan
refleksi, menyampaikan kesimpulan pembelajaran |
5 menit |
13. Penutup (±15% =
20 menit)
|
Tahap |
Aktivitas Guru |
Aktivitas Peserta Didik |
Waktu |
|
Refleksi |
Memandu refleksi individu: "Sebutkan
satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang tipografi!" dan
"Apa kesalahan desain yang paling umum menurutmu?" |
Menuliskan refleksi di buku catatan,
beberapa peserta didik membacakan secara sukarela |
7 menit |
|
Asesmen Formatif |
Memberikan kuis singkat lisan/tertulis (3
soal) tentang anatomi huruf dan klasifikasi font. |
Menjawab pertanyaan asesmen formatif |
5 menit |
|
Tindak Lanjut |
Menyampaikan rencana pertemuan berikutnya:
finalisasi proyek dan presentasi akhir. Memberikan tugas individu: mencari 1
contoh layout cetak (foto majalah/koran/brosur) dan menganalisis elemen
tipografi & layout yang digunakan. |
Mencatat tugas tindak lanjut, mengajukan
pertanyaan |
5 menit |
|
Doa & Salam |
Menutup pelajaran dengan doa dan salam. |
Berdoa, menjawab salam |
3 menit |
BAGIAN 4: ASESMEN
14. Asesmen
Diagnostik (Awal Pembelajaran)
Berikan 2-3 pertanyaan berikut sebelum memulai materi untuk mengukur
kesiapan peserta didik:
1.
Pertanyaan Tertulis:
o
Sebutkan 3 jenis huruf (font) yang kamu ketahui
dan jelaskan kapan biasanya font tersebut digunakan!
o
Apa yang dimaksud dengan "tata letak"
(layout) dalam sebuah halaman? Sebutkan 2 elemen utama yang harus ada dalam
sebuah layout!
2.
Pertanyaan Praktik Singkat:
o
Ambil pensil dan kertas. Buatlah sketsa
sederhana tata letak halaman depan sebuah majalah remaja. Tunjukkan di mana
judul, gambar, dan teks akan ditempatkan!
15. Asesmen
Formatif (Selama Proses)
|
Aspek yang Dinilai |
Teknik |
Instrumen |
Waktu |
|
Pemahaman Konsep (TP 1 & TP 2) |
Observasi diskusi & tanya jawab |
Lembar ceklis partisipasi dan ketepatan
jawaban |
Selama kegiatan inti |
|
Keterampilan Proses (TP 3) |
Penilaian proses desain (sketsa manual
& digital) |
Rubrik observasi: kerapian sketsa,
penerapan grid, pemilihan font |
Tahap pembuatan sketsa & desain digital |
|
Kolaborasi |
Observasi kerja kelompok |
Lembar catatan anekdot: kontribusi anggota,
kemampuan mendengarkan, saling membantu |
Selama kerja kelompok |
16. Asesmen Sumatif
(Akhir Pembelajaran)
Instrumen: Produk akhir berupa layout brosur/poster A4
(cetak atau digital) yang dirancang secara berkelompok.
Rubrik Penilaian Produk Layout Brosur/Poster
|
Kriteria |
Skor 4 (Sangat Baik) |
Skor 3 (Baik) |
Skor 2 (Cukup) |
Skor 1 (Kurang) |
|
Anatomi & Klasifikasi Font (TP
1 & TP 2) |
Memilih font sesuai klasifikasi (Serif/Sans
Serif/Display) dengan tepat, ukuran dan spasi konsisten, anatomi huruf
terbaca jelas. |
Memilih font cukup sesuai klasifikasi,
sebagian besar ukuran dan spasi konsisten. |
Pemilihan font kurang sesuai klasifikasi,
ukuran dan spasi tidak konsisten. |
Tidak mempertimbangkan klasifikasi font,
ukuran dan spasi acak. |
|
Hierarki Visual (TP 3) |
Hierarki visual sangat jelas (judul >
subjudul > body text), ukuran dan bobot font membedakan tingkatan
informasi secara efektif. |
Hierarki visual cukup jelas, perbedaan
ukuran font ada meski kurang kontras. |
Hierarki visual kurang jelas, sulit
membedakan informasi utama dan sekunder. |
Tidak ada hierarki visual, semua teks
tampak sama pentingnya. |
|
Grid System & Komposisi (TP 3) |
Menerapkan grid 2-3 kolom secara konsisten,
margin dan gutter rapi, komposisi seimbang dan harmonis. |
Menerapkan grid dengan cukup konsisten,
sebagian margin rapi. |
Penerapan grid tidak konsisten, margin
tidak rapi, komposisi terasa timpang. |
Tidak menggunakan grid, komposisi acak dan
tidak seimbang. |
|
Kreativitas & Estetika |
Desain sangat menarik, orisinal, pemilihan
warna dan elemen visual mendukung pesan, proporsi elemen tepat. |
Desain cukup menarik, beberapa elemen
visual mendukung pesan. |
Desain kurang menarik, elemen visual tidak
mendukung pesan. |
Desain tidak menarik, tidak ada
pertimbangan estetika. |
|
Kolaborasi |
Semua anggota berkontribusi aktif,
pembagian tugas jelas, saling mendukung. |
Sebagian besar anggota berkontribusi, ada
pembagian tugas. |
Hanya 1-2 anggota yang aktif, pembagian
tugas tidak jelas. |
Tidak ada kolaborasi, dikerjakan individu. |
Nilai Akhir = (Total Skor / Skor Maksimal) x 100
BAGIAN 5: LAMPIRAN
17. Pengayaan dan
Remedial
Pengayaan (Untuk peserta didik yang telah mencapai ketuntasan lebih awal)
·
Kegiatan: Merancang layout
majalah multi-halaman (2-4 halaman) dengan tema bebas, menerapkan grid yang
lebih kompleks (grid modular), dan menggunakan kombinasi font yang lebih
variatif (maksimal 3 jenis font).
·
Tantangan: Menambahkan elemen
tipografi eksperimental (seperti drop cap, pull quote, atau initial cap) dan
menganalisis dampaknya terhadap hierarki visual.
·
Sumber: Tutorial desain layout
majalah di YouTube, buku "Thinking with Type" oleh Ellen Lupton.
Remedial (Untuk peserta didik yang belum mencapai ketuntasan)
·
Kegiatan: Bimbingan khusus
secara individu/kelompok kecil untuk mengulang konsep dasar anatomi huruf dan
klasifikasi font. Peserta didik mengerjakan lembar kerja identifikasi yang
disederhanakan.
·
Tugas Perbaikan: Membuat ulang
layout brosur/poster dengan panduan langkah demi langkah yang lebih terstruktur
(template grid disediakan, pilihan font dibatasi 2 jenis).
·
Waktu: Dilakukan di luar jam
pelajaran (misal: jam istirahat atau setelah pulang sekolah) selama 30 menit
per sesi.
18. Refleksi Guru
Gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut untuk merefleksikan proses
pembelajaran setelah mengajar:
1.
Ketercapaian Tujuan:
o
Apakah seluruh Tujuan Pembelajaran (TP 1, TP 2,
TP 3) tercapai oleh minimal 80% peserta didik? Indikator apa yang menunjukkan
hal tersebut?
o
Bagian mana dari materi yang paling sulit
dipahami peserta didik? Mengapa?
2.
Efektivitas Metode:
o
Apakah sintaks Project Based Learning (PjBL)
berjalan sesuai rencana? Fase mana yang membutuhkan penyesuaian waktu atau
pendampingan lebih?
o
Apakah strategi diferensiasi (konten, proses,
produk) sudah cukup mengakomodasi kebutuhan peserta didik yang beragam?
3.
Keterlibatan Peserta Didik:
o
Seberapa aktif peserta didik dalam diskusi
kelompok dan proses desain?
o
Apakah ada peserta didik yang terlihat pasif
atau kesulitan? Bagaimana cara saya menanganinya?
4.
Pengelolaan Kelas:
o
Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap sudah
tepat?
o
Apakah sarana dan prasarana (komputer, aplikasi,
koneksi internet) mendukung kelancaran pembelajaran?
5.
Tindak Lanjut:
o
Apa yang perlu saya perbaiki pada pertemuan
selanjutnya?
o
Apakah saya perlu memberikan pengayaan atau
remedial untuk topik ini?
19. Lembar Kerja /
Bahan Ajar (Contoh Ringkas)
Lembar Kerja 1: Identifikasi Anatomi Huruf & Klasifikasi Font
Petunjuk: Amati tiga jenis font berikut (A: Times New
Roman, B: Arial, C: Brush Script MT). Kemudian:
1.
Gambarkan sketsa sederhana huruf kapital
"A" dan huruf kecil "g" dari masing-masing font.
2.
Beri tanda dan sebutkan minimal 3 bagian anatomi
yang terlihat (misal: ascender, descender, stem, bowl, counter, serif).
3.
Klasifikasikan masing-masing font ke dalam
kategori: Serif, Sans Serif, Script, atau Display.
|
Font |
Sketsa Huruf "A" &
"g" |
Bagian Anatomi yang Terlihat |
Klasifikasi Font |
|
Times New Roman |
(Gambar sketsa) |
1. ... 2. ... 3. ... |
... |
|
Arial |
(Gambar sketsa) |
1. ... 2. ... 3. ... |
... |
|
Brush Script MT |
(Gambar sketsa) |
1. ... 2. ... 3. ... |
... |
Bahan Ajar Ringkas: Prinsip Layout
A. Hierarki Visual Urutan pandang mata pembaca terhadap
elemen halaman. Dibentuk melalui:
·
Ukuran: Judul lebih besar dari
subjudul, subjudul lebih besar dari body text.
·
Bobot (Weight): Font tebal
(bold) untuk judul, regular untuk body text.
·
Warna: Warna kontras (misal:
merah/hitam) untuk elemen terpenting.
·
Posisi: Elemen penting
ditempatkan di bagian atas atau kiri halaman.
B. Grid System Kerangka kerja tersembunyi yang membagi
halaman menjadi kolom dan baris untuk menata elemen secara rapi.
·
Grid 1 Kolom: Untuk teks
panjang (buku, novel).
·
Grid 2-3 Kolom: Untuk majalah,
brosur, koran (fleksibel).
·
Grid Modular: Kombinasi kolom
dan baris (untuk layout kompleks).
C. Komposisi Halaman Prinsip penataan elemen visual agar
harmonis:
·
Keseimbangan (Balance):
Simetris (formal) atau asimetris (dinamis).
·
Kesatuan (Unity): Elemen saling
terhubung secara visual (warna, font, jarak).
·
Ruang Kosong (White Space):
Area tanpa elemen — penting untuk "nafas" desain, jangan takut
menggunakannya.
20. Glosarium
|
Istilah |
Definisi |
|
Anatomi Huruf |
Bagian-bagian struktur fisik dari sebuah
karakter huruf, seperti ascender, descender, stem, bowl, counter, serif, dan
lain-lain. |
|
Ascender |
Bagian dari huruf kecil yang menjulang ke
atas di atas tinggi huruf x (x-height), misalnya pada huruf b, d, f, h, k, l. |
|
Descender |
Bagian dari huruf kecil yang memanjang ke
bawah di bawah garis dasar (baseline), misalnya pada huruf g, j, p, q, y. |
|
Font |
Kumpulan karakter (huruf, angka, simbol)
dengan gaya dan ukuran tertentu. Sering digunakan secara bergantian dengan
"typeface". |
|
Grid System |
Sistem kerangka kerja berupa garis-garis
vertikal dan horizontal yang membagi halaman menjadi kolom dan baris untuk
menata elemen desain secara terstruktur. |
|
Hierarki Visual |
Urutan atau tingkatan kepentingan elemen
visual dalam sebuah desain, yang memandu mata pembaca dari informasi paling
penting ke yang kurang penting. |
|
Layout |
Tata letak atau susunan elemen-elemen
visual (teks, gambar, grafik) pada sebuah halaman atau media cetak/digital. |
|
Serif |
Kaki atau dekorasi kecil di ujung garis
huruf pada jenis font tertentu (contoh: Times New Roman, Garamond). |
|
Sans Serif |
Jenis font yang tidak memiliki kaki/serif
(contoh: Arial, Helvetica, Calibri). |
|
White Space (Ruang Kosong) |
Area dalam desain yang tidak diisi oleh
elemen visual apapun, berfungsi untuk memberikan "nafas" dan
meningkatkan keterbacaan. |
21. Daftar Pustaka
1.
Lupton, Ellen. (2014). Thinking with Type: A
Critical Guide for Designers, Writers, Editors, & Students (2nd
Revised Edition). Princeton Architectural Press.
2.
Rustan, Surianto. (2020). Layout, Dasar
& Penerapannya. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
3.
Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan
Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 020/H/KR/2026 tentang Capaian Pembelajaran
pada Kurikulum Merdeka.
4.
Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
(Permendikdasmen) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Profil Lulusan.
5.
Ambrose, Gavin & Harris, Paul. (2019). The
Fundamentals of Typography (3rd Edition). Bloomsbury Visual Arts.
Komentar
Posting Komentar